Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday19
mod_vvisit_counterYesterday239
mod_vvisit_counterThis week909
mod_vvisit_counterLast week1923
mod_vvisit_counterThis month4640
mod_vvisit_counterLast month8428
mod_vvisit_counterAll days232292

We have: 12 guests online
Your IP: 54.158.21.176
 , 
Today: Sep 21, 2017

Ini Rumus ala Dokter untuk Cegah Sakit Jantung Usai Berlebaran

Written by mazroel   
Wednesday, 06 August 2014 04:43

Pesta kemenangan setelah satu bulan berpuasa masih di depan mata. Euforianya pun masih terasa. Namun apa jadinya bila penyakit jantung justru mengintai usai berlebaran karena pola makan yang tak terkontrol?
"Yang pasti makan tidak boleh berlebih ataupun kurang, berhentilah sebelum kenyang dan makan ketika lapar, dan usahakan untuk variatif dalam memilih makanan," saran Dr Isman Firdaus, SpJP-FIHA kepada detikHealth dan ditulis Rabu (6/8/2014).
Bahkan ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita ini punya kiat atau rumus khusus untuk mencegah sakit jantung, yang ia sebut dengan 035140530.
- 0 = No smoking atau tidak merokok
- 3 = Berjalan kaki sejauh 3 Km selama 30 menit setiap 3 kali dalam seminggu
- 5 = Konsumsi 5 porsi buah dan sayur yang bervariasi. Misal saat sarapan, makan menu sayur. Kemudian di sela pagi dan siang, isi perut dengan buah. Makan siang sebaiknya selalu ada sayur, dan menjelang malam, ngemil buah. Di malam hari, usahakan untuk makan sayur dan kalau bisa jenis sayur yang dikonsumsi berbeda-beda di tiap waktunya.
dr Isman juga menambahkan konsumsi karbohidrat dan lemak hewani harus dikurangi, antara lain dengan menambah porsi lemak nabati dan mengganti daging sapi dengan ikan
- 140 = Tekanan darah harus kurang dari 140 mmHg
- 5 = Kadar kolesterol total tak boleh dari 5 mmol atau kurang dari 190 mg/dl
- 3 = Kadar gula darah tak boleh lebih dari 3 mmol atau kurang dari 115 mg/dl
- 0 = No obesity atau hindari obesitas alias kelebihan berat badan
"Bagi yang muslim, puasa Syawal 6 hari, kemudian diteruskan dengan puasa Senin-Kamis serta puasa Nabi Daud (puasa selang sehari)," imbuh Dr dr Anwar Santoso, SpJP, FIHA, PhD saat dihubungi secara terpisah.
Di sisi lain, kolega dr Isman di RS Jantung Harapan Kita itu juga mengamini bilamana kesuksesan diet selama puasa takkan selamanya bertahan.
"Bila ingin bertahan, aturlah kembali pola makan atau diet yang seimbang selepas puasa. Ditambah dengan berolahraga serta berperilaku hidup sehat, dan menjalankan strategi pasca puasa di atas. Insya Allah hasilnya akan optimal," tutupnya.
Source:http://health.detik.com/
Last Updated ( Wednesday, 06 August 2014 04:50 )
 
RSUD Dr. ADJIDARMO
Jl. Iko Jatmiko No. 1 Rangkasbitung Lebak - Banten (0252) 201313