Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday185
mod_vvisit_counterYesterday278
mod_vvisit_counterThis week1341
mod_vvisit_counterLast week1515
mod_vvisit_counterThis month6970
mod_vvisit_counterLast month6940
mod_vvisit_counterAll days226194

We have: 89 guests, 3 bots online
Your IP: 54.162.3.15
 , 
Today: Aug 24, 2017

Studi Temukan Bagaimana Pengolahan Emosi di Otak

Tuesday, 15 July 2014 01:57

Berbagai perasaan terhadap situasi atau orang, disandi menjadi kode-kode di otak. Setiap kode akan merepresentasi emosi yang dihasilkan.

 

otak manusia,bagaimana otak proses emosi,studi,Sebuah studi baru mempelajari bagaimana otak manusia memproses perasaan menjadi emosi tertentu. | Kredit gambar: Cornell University

 

Sebuah studi baru dari ilmuwan saraf Universitas Cornell Adam Anderson melaporkan bukti temuan bagaimana otak manusia memproses perasaan.Berbagai perasaan yang bersifat perseorangan dan tentu saja subjektif, terhadap situasi ataupun orang lain, akan disandi ke kode-kode standar di otak. Lantas setiap kode merepresentasi emosi yang dihasilkan. Anderson mengatakan, "Orang menyandi perasaan berdasarkan rangsang. Kami menemukan pola-pola halus dari aktivitas saraf dalam korteks orbitofrontal—wilayah otak yang berkaitan dengan pengolahan emosi, bertindak sebagai saraf kode yang menangkap beragam perasaan individu."

 

 

Studi yang dipublikasikan secara online dalam Nature Neuroscience ini juga memberikan pengetahuan bagaimana kode-kode tersebut mewakili perasaan terdalam manusia, dan membalikkan anggapan bahwa saat emosi terjadi otak hanya secara sederhana mengaktifkan area khusus untuk perasaan positif/negatif. Lantas bagaimana pengolahan perasaan ke suatu emosi di otak manusia? Pola sensorik khusus ditemukan pada area otak yang terhubung dengan pusat penerima rangsang khusus visi (indra penglihatan) dan rasa (indra pengecap). Namun juga, peneliti menyatakan pengalaman subjektif internal tidak terbatas kepada itu saja, melainkan juga pada pusat persepsi dan indrawi.

 

"Meski bagaimana pun perasaan pribadi kita, terbukti otak kita menggunakan sandi (kode) untuk menafsirkannya sebagai emosi [tertentu]," kata Anderson menyimpulkan.

 

 

(Gloria Samantha. Sumber: Science Daily)

Last Updated ( Wednesday, 22 July 2015 06:43 )
 
RSUD Dr. ADJIDARMO
Jl. Iko Jatmiko No. 1 Rangkasbitung Lebak - Banten (0252) 201313