Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday24
mod_vvisit_counterYesterday229
mod_vvisit_counterThis week1219
mod_vvisit_counterLast week3026
mod_vvisit_counterThis month5333
mod_vvisit_counterLast month6940
mod_vvisit_counterAll days224557

We have: 22 guests online
Your IP: 54.198.185.195
 , 
Today: Aug 19, 2017

Bahaya Merokok dalam Mobil Meski Jendela dibuka

PDF Print E-mail
Wednesday, 07 October 2015 16:33

 

Orang-orang berpikir bahwa dengan membuka jendela mobil dapat membersihkan udara. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah asap terdorong ke kursi belakang.

 

 

 

Bahaya Merokok dalam Mobil Meski Jendela dibuka

 

 

Sejak 1 Oktober 2015, Inggris telah memberlakukan larangan merokok dalam mobil yang membawa penumpang anak-anak atau di bawah usia 18 tahun. Aturan tersebut tentunya dibuat bukan tanpa alasan.


Direktur Kebijakan Action on Smoking & Health, Hazel Cheeseman, mengatakan, aturan perundang-undangan tersebut dibuat untuk melindungi anak-anak sebagai perokok pasif di mobil yang bisa terkena dampak buruk asap rokok.


Dibuatnya peraturan ini didukung oleh sejumlah penelitian yang menunjukkan bahaya paparan asap rokok ketika anak-anak berada dalam satu mobil dengan orang yang merokok. Bahkan, meskipun jendela mobil dibuka saat merokok.


"Orang-orang berpikir bahwa dengan membuka jendela mobil dapat membersihkan udara. Namun, yang sebenarnya terjadi adalah udara dari luar tersedot dan mendorong asap langsung menuju penumpang di kursi belakang,” ujar ketua peneliti dari Transport Operations Research Group Universitas Necastle, dokter Anil Namdeo seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.


Penelitian dilakukan dengan mengukur kadar zat berbahaya di dalam mobil ketika sopir merokok. Hasilnya, terjadi peningkatan pesat terhadap kadar zat berbahaya seperti partikel halus PM 2.5 di sekitar pengemudi dan juga di kursi yang diduduki anak-anak, meski jendela mobil dibuka.


Partikel halus tersebut bisa masuk ke dalam paru-paru anak dan juga aliran darah, sehingga meningkatkan berbagai risiko penyakit. Paparan asap rokok yang cukup sering bisa menyebabkan anak mengalami radang tenggorokan, asma, pneumonia atau radang paru-paru. Paparan dalam jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko kanker.


Presiden Royal College of Physicians, Profesor Jane Dacre menambahkan, larangan merokok dalam mobil ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari bahaya asap rokok.


Di Inggris, setiap tahunnya terdapat lebih dari 20.000 kasus infeksi saluran pernapasan bawah seperti pneumonia, 120.000 kasus penyakit pada telinga, dan sekitar 22.000 kasus mengi, dan asma pada anak-anak akibat menjadi perokok pasif.


Jane berharap peraturan ini dapat dipatuhi oleh perokok, sama halnya dengan mematuhi peraturan memakai sabuk pengaman ketika mengedarai mobil. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan di Inggris, Profesor Dame Sally Davies berharap peraturan baru ini bisa mendorong lebih banyak orang lagi untuk berhenti merokok.


(Dian Maharani/Kompas.com, nationalgeographic.co.id)

 

Last Updated ( Wednesday, 07 October 2015 16:37 )
 
RSUD Dr. ADJIDARMO
Jl. Iko Jatmiko No. 1 Rangkasbitung Lebak - Banten (0252) 201313