Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday87
mod_vvisit_counterYesterday345
mod_vvisit_counterThis week750
mod_vvisit_counterLast week1395
mod_vvisit_counterThis month2244
mod_vvisit_counterLast month2831
mod_vvisit_counterAll days211404

We have: 64 guests online
Your IP: 54.224.180.131
 , 
Today: Jun 28, 2017

Anak-anak yang Memiliki Alergi Berisiko Terkena Penyakit Jantung saat Dewasa

PDF Print E-mail
Tuesday, 29 December 2015 01:08

 

Terdapat bukti terbaru yang menghubungkan asma, hay fever, dan eksem pada masa kanak-kanak dengan masalah jantung di usia dewasa.


 

Anak-anak yang Memiliki Alergi Berisiko Terkena Penyakit Jantung saat Dewasa

 

 

 

Terdapat bukti terbaru yang menghubungkan asma, hay fever, dan eksem pada masa kanak-kanak dengan masalah jantung di usia dewasa.

 

Alergi memang membuat anak kita merasa tidak nyaman. Bahkan terkadang membuat sengsara. Para ilmuwan kini mengatakan alergi-alergi tersebut mungkin memiliki efek yang lebih besar untuk mempengaruhi kesehatan anak-anak, bahkan orang dewasa sekalipun. Alergi merupakan penyakit ketiga paling umum yang diderita anak-anak. Namun, alergi kronis dapat menyebabkan penyakit jantung di masa depan.


Menurut Dr. Jonothan Silverberg dari Northwesten University, Multidisciplinary Eczema Center, mengatakan bahwa anak-anak yang menderita asma, eksem, dan hay fever memiliki kemungkinkan untuk terserang obesitas. Anak-anak dengan alergi juga berpotensi memiliki hipertensi dan kolestrol, dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki alergi. Hal-hal tersebut merupakan faktor yang menyebabkan penyakit jantung.


Secara biologis, penyakit alergi mungkin melibatkan peradangan. Peradangan menurutnya juga dinilai terlibat dalam banyak faktor dari penyakit jantung.


“Kami tidak berpikir bahwa peradangan, alergi asma, dan eksem mengedalikan penyakit jantung. Tapi kami mulai melihat koneksi di antara keduanya,” kata Silverberg.


Anak-anak dengan alergi cenderung lebih menetap dan kurang aktif secara fisik. Bila mereka banyak melakukan berbagai aktivitas, seperti keluar rumah atau melakukan  olahraga, hal itu justru dapat memperburuk gejalanya.



(Ilham Pradipta Mulya/Intisari-Online, nationalgeographic.co.id)


 

Last Updated ( Tuesday, 29 December 2015 01:11 )
 
RSUD Dr. ADJIDARMO
Jl. Iko Jatmiko No. 1 Rangkasbitung Lebak - Banten (0252) 201313