Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday111
mod_vvisit_counterYesterday345
mod_vvisit_counterThis week774
mod_vvisit_counterLast week1395
mod_vvisit_counterThis month2268
mod_vvisit_counterLast month2831
mod_vvisit_counterAll days211428

We have: 85 guests online
Your IP: 54.224.180.131
 , 
Today: Jun 28, 2017

Hipertensi, Pembunuh dalam Diam

Tuesday, 16 February 2016 08:01

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia.

 

Hipertensi, Pembunuh dalam Diam

Pemeriksaan tekanan darah. (Ilustrasi)

 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia. Sayangnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari memiliki tekanan darah tinggi.


Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, pasien hipertensi mencapai 25,8 persen. Namun, sebanyak 60 persen pasien tidak sadar menderita hipertensi dan lebih dari 80 persen tidak rutin mengontrol tekanan darah.


Dokter spesialis saraf Yuda Turana mengatakan, hipertensi sering menjadi silent killer atau pembunuh diam-diam.


"Disebut silent killer karena banyak yang tidak sadar, diam-diam sudah tahap gagal ginjal, stroke, atau jantung," ujar Yuda dalam acara jumpa pers the 10th Scientific Meeting InaSH 2016 di Jakarta, Jumat (12/2/2016).


Baca pula : Kenali Lebih Jauh Bahaya Hipertensi

Tingginya tekanan darah dapat penyebabkan pembuluh darah pada ginjal terus tertekan dan lama-kelamaan rusak. hipertensi dapat menghambat proses penyaringan dalam ginjal bekerja dengan baik. Fungsi ginjal pun menurun.


Selain itu, hipertensi juga bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya stroke, yaitu kematian jaringan di otak karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.


Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan ginjal hipertensi, Tunggul D Situmorang, mengatakan, kebanyakan kasus hipertensi tidak memunculkan gejala sehingga disebut silent killer.


Pada beberapa kasus, pasien biasanya merasakan gejala saat tekanan darahnya naik, seperti sakit kepala, gangguan penglihatan, jantung berdebar-debar, sulit bernapas, dan mudah lelah. Namun, gejala tersebut sering kali tak disadari sebagai hipertensi.


Tunggul menjelaskan, tekanan darah normal tidak lebih dari 140/90 mmHg. "Jadi, sekarang seharusnya rutin periksa tekanan darah sendiri di rumah. Lakukan saat sedang tenang. Harus konsisten," ujar Tunggul


 

(Dian Maharani/Kompas.com, nationalgeographic.co.id)

Last Updated ( Tuesday, 16 February 2016 08:08 )
 
RSUD Dr. ADJIDARMO
Jl. Iko Jatmiko No. 1 Rangkasbitung Lebak - Banten (0252) 201313